Prwan lugu di sodok pak rt mnjerit

Tanpa ragu sedikitpun Diana melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak BH Krem dan sebagian buah dada yg menyembul, kulit yg putih dan sangat bersih. Mulailah aku memberikan pelincir di perutnya yg putih dan kencang, “Hi-hi-hi, dingin, pak”. Aku periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. ”Oh, ini Pak” Sambil memegang BHnya ” Sebentar, Pak” dgn gaya akrobat seorang perempuan, BH Diana sudah terlepas.Aduh…”Kemaluanku” mendadak bangkit ditengah malam ! Nampak buah dada yg sangat indah di depan aku , puting yg kencang dan bagus , buah dadanya meskipun tak besar akan namun kencang, nampak kenyal dan sangat proporsional kiri dan kanan.Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan.Aku arahkan prop USG tepat di jantungnya, dgn pembesaran 200 X, aku mulai “membaca” ruang- ruang jantungnya.Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayi pun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat-alat dalam yg lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yg besar, maupun ovarium dari seorang perempuan.Sempat aku telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang.

Dgn bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yg sebenarnya meja ping-pong..Siang itu setelah Diana menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menakjubkan itu ada di depan aku.Yg satu Diana yg lain CKD-USG yg sangat istimewa itu.“Aku gantian, Pak” Diana ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan aku pada pak Sebastian.Aku mendadak bengong, selain ruang yg penuh dgn alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini, hanya ada Aku, Diana dan Pak Sebastian.

Search for prwan lugu di sodok pak rt mnjerit:

prwan lugu di sodok pak rt mnjerit-10prwan lugu di sodok pak rt mnjerit-8prwan lugu di sodok pak rt mnjerit-65

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “prwan lugu di sodok pak rt mnjerit”