Ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku Family naked play

Sebenarnya aku tidak suka pada gaya dan cara hidupnya yang menurutku ‘ngegampangin’ apa-apa. Wanita tetanggaku ini memang orang yang bertipe mudah bergaul dan ia gampang akrab dengan siapa saja, termasuk dengan isteriku, Rini. Di ruang tamu, aku kemudian duduk dengan perasaan deg-degan. Beberapa menit kemudian ia muncul dengan membawa sebuah kotak berukuran sedang. Kukecup bibir atas benda indah itu yang dengan serta merta mengeluarkan aroma yang khas. ” Kuyakin Lusi sudah kehilangan kata-kata untuk menyatakan kenikmatan yang belum pernah dia alami, karena umurnya baru 17 tahun. P untuk mengurut dengan lembut, tanganku kemudian melepaskan tangannya yang halus, terus mengurut Mr. Sementara tanganku sendiri menyentuh vaginanya yang lembut dan mulai mengelus bibir hangat tersebut dengan penuh rasa cinta. Spermaku keluar menyemprot di dalam vagina lembutnya bersamaan dengan pahanya yang mulus menjepit pinggangku dengan kuat tanda dia mengalami hal yang bersamaan denganku. ooohhh…” Setelah itu kami saling memeluk, dan selang beberapa menit, saya dan Lusi kembali ML. teeerrruuuss enak banget, dah ga tahan rasanya mo kencing aaaahhhh… Itulah justru yang kelak membuatku demikian tergila-gila kepadanya. “Ya udahlah…tapi kalo ogut ngantuk, kamu yang nyetir yah…hehehe”,kataku. Ketika lewat ke sebuah diskotik, kami melihat banyak ce dengan baju yang seksi sedang berlalu-lalang. Mau mati keabisan napas (ato bau keringat) juga sebodo amat!! Seakan tak berhenti-henti menyemprotkan spermanya (padahal setelah itu baru disadari kalo kita ga menyemprotkan sperma sebanyak yang kita bayangkan). Sambil aku tahan, Bu Eka makin menjadi-jadi memainkan penisku di mulutnya.

Kadang aku muak bila Ci Ana ini sering memanggil orang dari kejauhan seperti memanggil seekor anjing. Mungkin karena aku tidak mau bergaul dengan sembarang orang atau karena memang aku tidak suka dengan tetanggaku yang tergolong baru pindah sekitar dua bulan yang lalu itu. Aku merasakan gerak gelinjang Lusi serta keluhan panjang. Aku berusaha sekuat mungkin untuk menahan nafsuku serta pemberontakan Mr. Jariku tetap nakal bermain-main di puting susunya yang menggairahkan. soalnya Lusi belum pernah begini..” katanya lagi sambil melirik ke arah mataku. Lusi kan maluuuu…” katanya sambil merajuk menyusupkan wajahnya di leherku, kakinya yang indah dibelitkan ke pinggangku seperti memeluk guling. Beberapa saat kemudian dia berteriak kecil, “Hooonnneeeyyy.. ssshhhttt…” dia bergerak dan tangannya yang masih memegang Mr. Tiba-tiba dia memelukku sambil melingkarkan pahanya yang putih dan mulus itu serta menekankan vaginanya dengan Mr. Tanganku terpaksa kulepas dari bibir vagina cantik itu, tangannya memeluk badanku, kemudian bibirnya dengan buas mengecup bibirku sambil mengerang karena nikmat. P ku yang masih menempel di bibir hangatnya Lusi, orgasmenya yang kedua. seprei tempat tidurku sudah tidak karuan lagi bentuknya serta basah pada bagian di mana kemaluan kami berdua saling menempel. Aku yakin bahwa aku harus mengakhiri kenikmatan ini dengan kondisi baik. Kubalas kecupan-kecupan ganasnya Lusi di bibirnya, lehernya, susunya dan berhenti serta bermain-main agak lama di kedua susunya yang menggairakan serta putingnya yang kecil merah muda itu. Kami berpagutan, berkecup, berpelukan, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh-tubuh telanjang kami. Kami melakukan itu dari jam 5 sore sampe 10 malem sampai 5 ronde. Setelah selesai saya mengantar dia pulang ke kos anya, dan setelah itu kami selalu meluangkan waktu untuk bercinta lagi. Setiap kali aku berniat berhenti, bayangan erotisme Ratna membuatku justru ingin mengulang-ulangnya kembali. “Boleh, tapi palingan nyampe nya ke Boromeus, bukan ke hotel. Pijatan di kedua bijiku membuat spermaku semakin lancar keluar dan langsung ditelan…lan oleh Tasya!! Masih kutekankan penisku ke mulut Tasya sampai akhirnya ku biarkan karena lemasnya tubuhku,sedangkan Tasya,sekali lagi, masih asik mengulumi penisku yang mulai mengecil. Mulai aku buka bajunya, kupegang payudaranya yang besar, kuremas dengan lembut, Bu Eka tambah terangsang. Bu Eka sengaja memainkan lubangnya, sambil berbalik memciumiku, kupeluk Bu Eka, Mesra!

“Lusi sayang, aku ingin membuat kamu jadi milikku seutuhnya, kamu mau kan sayang…? Di sana aku mempermainkan lidahku serta kugigit lembut. sambil menahan sakit ia bertanya a masuk semua yah….? selang satu menit ia angkat pantatnya dan manekan ber ulang kali kulihat buah dada yang saling beradu dan menyentuh dadaku akurasakan nikmat teramat melambung tinggi dan aku rubah sekarang Rose berada di bawahku lalu ku genjot dengan cepat clok…clok….clok…bunyi gesekan kemaluanku sssst…..ahhhhhh….sssssttt ah…a..a..h emmmh enak a terus a’ clok….clok…clok….clok….emmmh tiba-tiba rose meregang dan memeluk tubuhku yang kurasakan kenikmatan teramat sampai ke ubun-ubun otaku kayak yang kesemutan dan ah…melemas bagai tak bertulang a’…terasa gak Rose tlah keluar…..? Itu pengalamanku yang terindah dalam hidupku dan itu terjadi hanya sekali dengan Rose karena tidak lama setelah kejadian itu ia pergi ke luar negri….sampai sekarang aku ke hilanagan dia….!!! Baru kemudian ia bangkit sambil merapikan rambutnya dengan mulut yang masih penuh oleh spermaku. Tangan ku yang kiri meremas toketnya dari belakang. Gapapa deh gue jadi slingkuhan lo, poko nya gue bakal keep silence dehh…”,katanya sambil tersenyum. “Sore Bu…”, sapaku sambil membuka baju dan celana panjang. Mestinya seperti istriku, kalau luluran tidak memakai apa-apa.

Cepat-cepat aku membuka ruistzleting jeansku agar Mr. Kulepaskan kecupanku dari susunya Lusi yang besar dan aku memandangnya dengan penuh kasih dan lembut, kukecup bibirnya Lusi. Kukecup lagi keningnya, terus turun ke matanya yang indah, hidungnya yang bangir, terus turun ke sudut bibirnya yang sensual, merah merekah disertai desahan-desahan kecilnya terdengar olehku. dengan wajah yang memelas, Aa gak berani sayang dengan segera Rose merubah posisi kini aku ada di bawah Rose diatas ku pijat-pijat pantatnya yang padat ah …geli emmh a’ lalu ku buka celana dalamnya sambil ku pijat-pijat dan Rose bergegas buka celanaku lalu ia mengarahkan kejantananku pada vaginanya yang sudah basah bercampur keringat berlahan-lahan kurasakan ada yang berbeda dengan yang tadi sa…..ya…ng dengan napasku bersenggal-senggal di masukan yah tanyaku polos ia….sakit a’, lalu ia tarik kembali trus menekannekan pantatnya kurasakan ada yang robek didalam dan kurasakan bunyi tulang tulang dalam vagina rose dan aku juga rasakan geli teramat bercampur nikmat luar biasa…emmmh…sayang, dan akhirnya amblas semua kejantananku dalam vagina Rose..ah… Mengetahui hal itu, Tasya bukannya langsung melepas kulumannya dari penisku, ia terus saja melakukan oral sehingga aku geli setengah mati. Sambil berusaha tetap tenang, aku bukakan kaca jendela setengah. Matanya setengah terpejam dan giginya menggigit bibir bawahnya dimana jarinya tertancap di kedua bahuku. Segera ku sumbat dengan mulutku dan kuhisap dalam-dalam. “Anyway gue pasti putus ama dia,tp selama gue belom dapat gantinya…lo mau kan muasin gue?? Well,that’s lucky me (that Lina is her friend) and don’t ever broke with her, that what she likes a lot!! Sambil membawa air putih, pembantuku menyampaikan, kalau Bu Eka sudah menungguku untuk luluran.

Sementara tanganku bergerak membuka baju casualnya, seperti biasanya Lusi sudah tahu kalau kami mau petting, dia selalu pakai baju casual dengan kancing di depan. Indahnya Rosepun malu malu lalu ia arahkan mukaku pada dadanya, ia bertanya a’ apa enaknya sih….? gak tau sambil mengelus ngelus pahanya berpindah pada vaginanya yang masih tertutup celana hawai yang tipis, Rose tersentak kaget ah…a’ sambil mencium bibirku dan mengemutnya dengan perasaan yang melambung, dan ia mulai berani sentu kejantannku lalu ia mengelus-ngelus aku pun rasakan kegeliaan luar biasa…..!!!! ”,jawabku sedikit kaget juga, antara beneran ama ‘bluffing’. Apalagi ketika Tasya mendiamkan mulutnya sehingga Mr P-ku tertelan habis. Akhirnya sambil meremas toketnya, aku tumpahkan spermaku kuat-kuat di dalam mulutnya. Setelah lewat beberapa meter dari lokasi razia, akupun tertawa terbahak-bahak. Merasa udah tegang maksimal, tiba-tiba Tasya meloncat ke pangkuanku dan langsung mengarahkan penisku ke lubang vaginanya yang telah basah. Di hadapanku, toketnya berayun ke atas ke bawah ke kiri ke kanan tak beraturan. Tiba-tiba tubuhnya melenting lalu dengan cepat merangkulku sambil tangnnya menjambak rambutku. Tasya sepertinya hendak protes, tapi sejurus kemudian ia mulai dapat mengikuti irama. Mamah pulangnya agak malam, Istri pemilik usaha ini, minta di temani jalan.” Dan bla-bla-bla, istriku ngoceh terus. Belum habis makanannya, Bu Eka sudah berada di muka pintu gerbang.

Dengan segera aku membalikkan badanku, sehingga posisiku berada di atasnya serta kubalas kecupannya dengan gairah tetap i juga dengan lembut serta gigitan-gigitan kecil di bibirnya, serta permainan lidah pada saat mengulum bibirnya yang sensual itu. ak u bengong bercampur gembira, lalu aku lanjutkan awal dari ciuman lalu kuraba-raba buah dadanya yang padat berisi rose dengan napas tersenggal-senggal ia berkata a geli…i….sambil menggelum lidahku dengan gemes, tambah berani tangan ku ku masukan dalam bajunya dan ku buka BHnya berlahan setelah nampak lalu kuciumi buah dada yang putih dan indah ih….kurasakan ada mengganjal dalam ceranaku ternyata kejantaanku berdiri tegak kayak keram bercampur geli setelah 10 menit ku cium buah dada rose yang padat berisi berlahan ku buka baju dan BH nya kini tampaklah dua bukit yang kenyal depan mataku, wah…. Nikmat, udah pasti karena Mr P-ku berada dalam kuluman hangat seorang gadis cantik seperti Tasya. Walau awalnya sulit (karena baru pertama), akhirnya mulai terasa aliran hangat di ujung selangkanganku yang terus naik. Setelah meneliti sebentar, lalu KTP tsb dikembalikan dan beliaupun mengijinkan kami untuk terus. Kulihat setengah tubuhku udah bugil,entah kapan ia membuka celanaku. Aku yang kaget segera menangkap pinggangnya yang ramping menahan tubuhnya yang terus memompa sambil mengerang-erang. Tasya makin mempercepat gerakannya dan tekanannya makin intens. Mulanya Tasya menolak, tapi kelamaan ia tak peduli dan makin intens dengan gerakannya. Pantatnya udah basah oleh keringat yang dapat kurasakan asin karena juga mengaliri toketnya.

Tapi tidak apalah, pikirku, mungkin udah jadi kebiasaannya. Sekitar seminggu yang lalu, saat hendak berangkat ke kantor aku tanpa sengaja menengadah dan memperhatikan seseorang berjalan mendekati isteriku yang akan naik mobil kami. Waktu lewat, kulihat ia mengenakan kaos hadiah dari produk cat “CATYLAC” dengan tulisan merah dan kaosnya itu amat tipis dengan warna dasar putih. P di balik CD-ku, aku ingin memberikan kepuasan kepada Lusi semaksimal mungkin, sehingga dia akan menyerah dengan apa yang akan kulakukan demi kepuasan bersama. Hal ini membuat Lusi menggoyangkan pantatnya yang padat, kenyal serta mulu s itu dengan gila. Usapan tangannya tidak berhenti di antara pipi dan bibirku. Tiba-tiba dia tersentak saat perutnya menyentuh perutku yang mau tidak mau, vaginanya menyentuh sesuatu yang tegang di balik CD-ku yang sudah basah. ” jawabnya tanpa melepaskan wajahnya di leherku dengan nafas yang agak memburu dan tangannya memeluk leherku. Aku mulai tidak tahan dengan keadaan seperti itu, Mr. Tanganku bergerilya ke arah vaginanya yang lembut berwarna merah muda pada kedua labia mayora-nya. Beberapa saat, kami berpelukan seolah-olah tidak akan melepaskan satu sama lain. Baik itu di rumahnya kalau keadaan nya memungkin kan atau di kos an saya. Sambil itu saya langsung menyedotnya dengan cepat dan sretttttt “Ssshhhhttt Tooonnn… serasa melayang” setelah Ratna organisme saya langsung ngubah gaya ke gaya tradisional, saya diatas dan dia dibawah. ” “Terusin aja Ton aku sudah ga tahan.” dengan bantuan tangan Ratna saya menemukan juga lubang yang masih perawan itu. Dari rintihan kecilnya, aku tahu, dia sudah dibawah kendaliku. Jam 09.00 malam istriku sampai di rumah, diantar sopir kantornya.

Namanya Ana, dan kupanggil Ci Ana, karena ia seorang wanita keturunan Chinese. Ci Ana ini sudah menikah dan punya anak satu, Rachel namanya. Sepanjang perjalanan ke kantor, badanku terasa panas dingin memikirkan payudaranya itu. Waktu itu aku hendak menutup dan mengunci pintu pagar. ada sesuatu yang hendak aku bicarakan..” Tanpa bertanya lebih lanjut, aku mengikutinya masuk ke dalam rumah (tentunya setelah pagar itu aku tutup dan kunci). Vagina anak perawan yang belum pernah disentuh oleh laki-laki manapun. Aku mengalami orgasme hebat bersama Lusi, gadis kecilku, anak SMA dan yang telah kuperawani. Rupanya Ratna termasuk type perempuan yang sangat panas dan liar dalam bermain cinta. Sambil terus mendengarkan lagu-lagu R&B,aku terus mengemudikan mobilku sambil sesekali menguap. Kalo sekitaran Dago sih masih berani pulang sendiri.”seru Tasya lagi. Hujan rintik-rintik mulai turun waktu aku nyampe ke cihampelas. ” Tanpa menjawab tiba-tiba Tasya segera bangkit sehingga penisku terlepas dari vaginanya. Tak tahan lagi, segera kutekankan kepala Tasya ke selangkanganku. Tapi Bu Eka bukannya mengelak, malah tangannya mulai memain-mainkan penisku. “Uuhh…, ooohh…, nikmat skali…, Bu…, trus…, Bu…, aduh…, nggak tahan saya! Aku tahan spermaku yang mau keluar, aku ingin keluar di dalam lubang vaginan Bu Eka.

Kulihat ia membelakangiku, lalu pelan-pelan menarik kaos ketatnya ke atas dan menurunkan celana panjangnya. Kemudian ia meraih jubah mandinya yang tergeletak di tempat tidur. Padahal, biasanya kalau kami berdua ada kesempatan, ciuman sambil pegang-pegang, seingatku aku selalu ambil peranan dan dengan lembut serta very enjoyable bagiku dan Lusi sendiri yang kulihat dia sangat menikmati permainan petting dariku. V nya Ratna dengan cepet dan sebelum Ratna organisme saya mencabut Mr. kok di cabut….” tapi saya tak menghiraukan perkataan Ratna, saya langsung mengangkat kaki kiri Ratna ke atas dan saya langsung menusuk lagi dari pinggir ke Mrs. Aku tinggal di kota Bdg daerah dago usiaku saat ini 24 thun . Kupelankan mobilku sambil terus memperhatikan jalan. Aku cuman nyengir mendengarnya sambil memindahkan persenelling ke gigi 2. Sedetik kemudian tangannya ditarik untuk membawa penisku keluar!! “Hehehe…udah makin keras ya…Ready for the next action? “Mmmm…shlowwlyy…”,katanya ga jelas sambil tak lepas kulumannya. Antara takut dan nikmat menjadi rasa kurious yang amat sangat. Mengerti keinginannya, segera ko rogoh kutangnya (waktu itu Tasya pake baju tank top)lalu kuremas susunya pelan. Aku yang surprise memandang sekeliling kamar berusaha untuk mengenali tempat itu dan siapa gerangan yang ada di bawahku itu!!

Dengan berjalan berjingkat-jingkat, kuikuti ke arah mana si Ci Ana berjalan. Kebetulan jalan menuju pintu kamar, dibatasi oleh korden. Untunglah ia tidak menutup pintu kamar itu sama sekali. Ci Ana mulai membuka BH dan celana dalamnya yang berwarna krem. Menciumiku dengan cara menarikku dengan kasar, sehingga kami terjatuh di atas tempat tidurku dengan posisi dia berada di atasku. Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada situs ini, aku dapat ceritakan pengalamanku dengan pacarku, yang selama ini belum pernah aku ceritakan sama siapapun ini rahasia Aku dan Pacarku saja. Sampai sini aku masih belom yakin dengan niat Tasya, walaupun hatiku mulai tambah deg-degan. Kaget ya…”,godanya sambil terus meremas pelan penisku. Lalu tangannya bergerak cepat masuk untuk ‘membebaskan’ penisku. Mobil dibelakangku yang hendak menyusul langsung membunyikan klakson sehingga aku harus sedikit menepi untuk memberinya jalan. Tiba-tiba tangannya yang kanan menarik tangan kiriku menuju toketnya. Hotel besar yang indah (kalo ga salah bintang 5 kali yeee). Dengan susah payah kubuka mataku, dan kulihat di bawah Tasya dengan tubuh bugil sedang meng-oral penisku!!

Dan terima kasih udah terjemahin petunjuk alat itu..” jawabnya masih dengan nada ketus. Namun saat aku hendak berjalan keluar, tiba-tiba muncul ide jahatku. Mungkin karena rasa kangen yang meluap-luap, begitu masuk ke kamarku, Lusi memelukku dengan erat dan sepertinya kurasakan dia agak buas. T A M A T [ add to favorites | contact | kembali ] Wah Indahnya… Dengan perlahan jemarinya mulai bermain meremas penisku. Penisku-pun mulai mekar, hampir ke ukuran maksimal. Tangan kirinya masih menggenggam Mr P, dan mulutnya terus maju mundur menghisapnya. Aku menunggu sambil tiduran di bed yang menghadap ke tv. Baru sejenak kurasakan, tiba-tiba ada yang hangat diselangkanganku.

“Aku mau buktikan bahwa alat punyaku lebih hebat dari penis buatan itu, Ci..” jawabku dengan tegas. Lusi langsung kuajak ke kamarku, terpisah dari ruang utama cukup jauh. Hubungin email saya [email protected]; tapi kalau saya sedang ada waktu dan mood nya lagi bagus loh. Aku sih (pura-pura) cuek aja, soalnya masih belom yakin kalo Tasya emang berani bj in the car. Karena ngantuk dan lemes (udah beraktifitas berat), Tasya menawarkanku untuk minum kopi sejenak di kamarnya. Masuk ke kamarnya Tasya segera memesan segelas kopi pahit dan pamit untuk mandi.

Search for ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku:

ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku-43ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku-21ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku-87

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “ku siksa ku perkosa ku anal ku r ok mertuaku”

  1. Even then, many visitors will forego the rich attractions of culture in favor of some of the most unspoilt beaches and spectacular mountains in the world.